Kisah Suami Istri Di Malaysia Merawat 80 Kucing

Merawat kucing bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan sehingga dapat menjadi hobi setiap orang. Kecintaan atau kesukaan yang berlebih terhadap kucing juga merupakan kekhususan yang langka.

Apalagi merawat kucing liar merupakan sifat baik yang sangat langka dan jarang dimiliki oleh orang. Takut terhadap kucing, alergi terhadap kucing atau bahkan jijik terhadap kucing seringkali kita temui. Kucing liar terutama yang bermain dan berkeliaran kemana-mana yang entah menginjak apa, bersentuhan dengan apa atau memakan apa itu seringkali terfikir oleh kita sehingga berusaha menjauhkan diri dari seekor kucing.

Sepasang suami istri di Malaysia yang merawat kucing liar sampai 80 ekor setiap harinya. Tergerak oleh rasa kasihan terhadap kucing kelaparan dan diperlakukan semena-mena mereka kemudian memutuskan untuk memelihara kucing liar.

Lihat juga 100 Nama Kucing Betina dan Jantan Lengkap

Merawat 80 kucing liar berarti memberi makan dan mengawasi serta mengontrol kucing-kucing tersebut. Mulai dari makanan, pasangan suami istri yang merawat kucing liar sampai berjumlah 80 ekor tersebut kabarnya menghabiskan 100 Ringgit Malaysia setiap kali makan. Jika diberikan makan 2 kali sehari minimal maka akan menghabiskan 200 Ringgit Malaysia. 200 Ringgit Malaysia jika dirupiahkan menjadi 600 ribu rupiah untuk membeli 6 kilo gram ikan untuk 2 kali makan sehari. Mereka meminta koki yang memasak dan menggoreng ikan-ikan yang akan dicampur kedalam nasi para kucing tersebut.

Setiap kali melakukan perawatan kepada kucing liar berjumlah 80 ekor yang dirawat oleh sepasang suami istri di Malaysia tersebut memberikan makanan kucing tambahan. Sesekali juga mereka memberikan nutrisi tambahan seperti susu. Rasa kasihannya terhadap kucing membuat mereka berdua melakukan banyak hal dalam merawat kucing-kucing liar tersebut. Mereka bangun sangat pagi dari jam 6 untuk pergi berbelanja makanan kucing dan menyiapkannya.

Kisah Pemelihara Kucing Liar

Suami Istri Di Malaysia Merawat 80 Kucing

Selain sepasang suami istri yang tinggal di Malaysia saya juga mengenal seorang perempuan dari Yogyakarta juga seorang yang merawat kucing liar. Rumahnya sendiri dijadikan tempat untuk merawat dan memelihara kucing-kucing liar yang ditemuinya. Dia adalah perempuan yang memutuskan untuk tidak menikah dan terus menekuni hobinya tersebut. Dia juga mencurahkan sebagian penghasilannya untuk merawat kucing-kucing liar yang ada di rumahnya tersebut.

Kisah pemelihara kucing liar sangatlah unik dan menarik, bagi orang kebanyakan berfikir hal yang dilakukan itu adalah hal yang sia-sia atau tidak bermanfaat. Namun bagi mereka yang gemar memelihara atau merawat kucing liar adalah sebuah kesenangan. Adapun beberapa kriteria kucing yang dirawat yaitu :

  1. Kucing-kucing liar yang kelaparan
  2. Kucing yang tersesat
  3. Kucing yang mendapatkan perlakukan yang sewenang-wenang
  4. Anak-anak kucing yang dibuang

Begitu juga dengan suami istri yang merawat kucing liar di Malaysia tersebut merasakan kesedihan dengan keadaan kucing-kucing liar yang ditemui di jalan. Itulah yang membuat mereka memutuskan untuk memelihara dan merawat kucing liar dirumah mereka. Bahkan Rosli Ismail dan Mariam Roin istrinya merawat 80 kucing liar sudah sampai 2 tahunan lebih. Bertahan sampai bertahun-tahun untuk merawat kucing benar-benar berdasarkan atas rasa peduli terhadap lingkungan dan alam sekitar.

Trend Memelihara Kucing

Memelihara kucing juga menjadi salah satu trend yang sangat digemari oleh beberapa orang. Bahkan trend ini sampai melahirkan populer culture baru di dunia fashion dan lifestyle. Peliharaan lain yang menjadi trend adalah memelihara anjing, kucing, tikus dan hewan-hewan melata lainnya. Tidak sedikit juga yang akhirnya membuat komunitas dan club-club pecinta hewan-hewan peliharaannya. Di Amerika bahkan terdapat khusus salon kecantikan dan butik untuk hewan-hewan peliharaan ini. Jika berbicara rumah sakit hewan atau dokter hewan mungkin adalah hal yang sering kita dengar. Namun dengan munculnya salon kecantikan bahkan butik untuk hewan-hewan peliharaan ini membuktikan bahwa trend hewan peliharaan sangat populer.

Jenis-Jenis Kucing Peliharaan Yang Mahal

Suami Istri Di Malaysia Merawat 80 Kucing

Ternyata selain sebagai bentuk kemanusiaan terhadap hewan-hewan terlantar sebagian orang memelihara kucing juga karena hobi. Jumlah yang dipelihara mungkin tidak banyak atau sengaja dikembang biakkan untuk kepentingan pasar atau komersialisasi. Seperti yang dijelaskan sebelumnya bahwa trend memelihara kucing juga menjadi salah satu lifestyle. Berikut beberapa jenis kucing yang populer dengan harga yang murah :

  1. British Shortair

Adalah kucing yang berasal dari Inggris dengan bulu berwarna biru dongker atau biru keabuan dan mata kecoklatan. Kucing Inggris ini di bandrol dengan harga $1.500 atau 19,5 Juta rupiah

  1. Himalaya

Jenis kucing ini berasal dari Amerika Seikat yang dibandrol dengan harga $2500 atau 32,5 juta rupiah

  1. Persia

Jenis kucing ini berasal dari Iran dengan wajah yang lucu dan imut karena perawakan kecil. Jenis kucing ini sangat di gemari karena meninggalkan kesan menggemaskan. Kucing ini di bandrol $4000 atau setara dengan 52 juta rupiah.

  1. Angora

Kucing yang berasal dari Turki ini juga tidak kalah mahalnya dengan jenis kucing yang lainnya. Kucing ini bisa mencapai $15000 atau 195 juta rupiah

Lihat juga arti mimpi digigit kucing

Jauh berbeda dengan merawat kucing liar, memelihara kucing-kucing mahal dengan perawatan dan pemeliharaan yang juga memakan biaya tidak murah. Dibandingkan dengan memelihara 80 ekor kucing, kucing-kucing mahal yang hanya seekor mampu memberi makan kucing liar lebih dari 80 ekor. Satu ekor kucing Persia bisa memberi makan 173 ekor kucing liar. Satu ekor kucing Angora bisa makan 173 ekor kucing liar bersama dengan makanan tambahan, susu dan kandang yang sangat layak.

Kisah suami istri di Malaysia merawat 80 kucing liar dengan modal yang sangat kecil jauh sekali dibandingkan dengan orang-orang yang memelihara kucing mahal dan perawatan mahal sebagai lifestyle.

Tags: https://kucing co id/cara-membuat-baju-kucing/