Kucing Persia merupakan salah satu kucing yang banyak dipelihara. Bentuk tubuh kucing Persia yang lucu, cerdas dan menggemaskan menjadikan para pecinta kucing banyak memilih jenis kucing satu ini. Selain itu bulu kucing Persia yang tebal dan lembut menjadikan binatang satu ini semakin banyak digemari oleh pecinta kucing. Namun sayangnya masih banyak para pemelihara kucing Persia yang belum mengerti bagaimana cara merawat kucing Persia dengan benar.

Sebelum memutuskan untuk memelihara kucing Persia, alangkah lebih baik manakala mengenal sejarah kucing Persia terlebih dahulu. Dengan mengetahui sejarahnya maka kita akan bisa mengembangkan serta membudidayakan kucing Persia dengan benar. Sekarang ini penggemar ras Persia semakin banyak. Dikarenakan kucing ini memiliki penampilan cukup unik serta menghibur. Lalu bagaimana sejarah asal usul kucing Persia?

Artikel Kucing

Sejarah Kucing Persia

kucing-persia-lucu Panduan Lengkap, Bagaimana Merawat Kucing Persia

Sebelum memutuskan untuk memelihara kucing Persia, alangkah lebih baik buat sobat pecinta kucing semua mengenal kucing Persia tersebut. Mengapa hal ini diperlukan? Pasalnya kemungkinan nanti akan berguna dalam mengembangkan budidaya yang tepat. Mengenai sejarah asal-usul kucing Persia ini masih dianggap penuh dengan kontroversional karena setiap orang memiliki versi jawaban berbeda-beda.

Versi paling popular, kucing jenis Persia ini mulai diperkenalkan pertama kalinya oleh Pietro delle Valle ke Italia di tahun 1620 masehi. Setelah itu kucing persia dibawa oleh Nicholas Claude de Peirs dari Turki ke prancis.

Pendapat versi ini belum bisa digunakan sebagai acuan, pasalnya merupakan dokumentasi dari beberapa versi sebelumnya. Dengan demikian maka semua dianggap sebagai bagian dari versi sejarah mengenai kucing Persia. Keyakinan semakin terbentuk manakala kucing persia diperkenalkan ke Inggris dari Prancis. Persia merupakan kucing yang tidak memiliki bulu panjang seperti kucing yang ada sekarang ini.

Beragam versi pendapat yang ada bisa jadi benar dan bisa jadi kurang benar namun orang tidak mempermasalahkan darimana kucing Persia ini berasal, pasalnya kucing jenis ini memiliki nilai cukup tinggi darimanapun asalnya.

Beberapa pendapat mengatakan Persia merupakan jenis kucing yang cukup langka serta banyak disukai oleh kalangan elit. Dalam beberapa versi sejarah lainnya juga menganggap jika Persia merupakan keturunan dari Felis Libyadimana asal muasalnya dari bangsa Asia serta Afrika.

Selain itu, persia diperkenalkan pertama kali ke Eropa terlebih dahulu sebelum tahun 1620. Bahkan dalam versi sejarah ini mengatakan jika Persia pertama kali diperkenalkan oleh orang Romawi serta Fenisia mulai tahun 1500an serta sempat dinyatakan memiliki nilai jual cukup tinggi.

Kemudian, di tahun 1900 an, kucing persia kembali diperkenalkan hingga ke Amerika serta Kanada. Dari sana mulanya kucing menjadi hewan peliharaan yang cukup banyak digemari serta dengan cepat menjadi jenis hewan paling terkenal di dunia.

Akan tetapi sepak terjang kucing Persia ini tidak berhenti sampai disini saja, di zaman sekarang ini Persia mengalami perkembangan serta pertumbuhan, hingga akhirnya muncul beragam, jenis kucing Persia lain akibat hasil persilangan dengan jenis kucing lain. Dengan adanya kenyataan tersebut akhirnya membuat keanekaragaman jenis kucing Persia muncul.

Karakteristik Kucing Persia

Beberapa orang kerap keliru ketika memilih untuk mengadopsi atau membeli kucing Persia dikarenakan tidak mengetahui jenisnya. Sedangkan di Indonesia sendiri banyak sekali kucing lokal atau dikenal dengan sebutan kucing kampong.

Kenyataan tersebut akhirnya membuat perkawinan silang diantara kucing local dengan kucing Persia pasalnya jumlah kucing lokalnya juga lebih banyak dari kucing Persia. Lalu bagaimana cara membedakan kucing Persia biasa dengan kucing Persia jenis medium?

Jika kita pelajari lebih lanjut sebenarnya perbedaannya hanya terletak pada hidungnya saja. Lah kok hanya hidungnya saja? Jadi gini sobat kucing Persia murni memiliki hidung pesek namun jika medium bentuk hidungnya mancung atau kerap dikenal dengan Persia Medium yang mana merupakan jenis kucing Persia yang sudah di mix atau sudah campur dengan kucing lainnya.

Perlu untuk diketahui juga sebenarnya bukan hanya perkawinan silang dengan kucing local saja hingga akhirnya disebut dengan kucing medium. Jenis kucing anggora manakala dikawinkan dengan Persia namanya juga kucing medium.

Hasil perkawinan antara kedua kucing tersbut nantinya akan menghasilkan keturunan baru dengan bentuk hidung lebih mancung. Dengan demikian maka disebut dengan kucing Persia medium. Meskipun ciri-ciri kucing Persia hampir sama, namun setiap kucing ternyata memiliki ciri-ciri sendiri, berikut beberapa ciri-cirinya

Memiliki bulu panjang serta lebat

Kucing Persia jenis medium memiliki bulu-bulu yang panjang serta lumayan lebat, berbeda dengan jenis kucing Persia lainnya. Ciri-ciri satu ini adalah ciri paling umum pada kucing Persia, sebagian jenis kucing Persia memiliki jenis bulu lebat.

Memiliki kaki lebih besar jika dibandingkan dengan kucing local

Jenis kucing Persia ini memiliki kaki dengan ukuran lebih panjang serta lebih besar jika dibandingkan dengan jenis kucing lokal atau kampung.

Karakteristik pada bentuk wajah

Kucing Persia mediaum memiliki bentuk wajah yang tidak terlalu rata serta hidung tidak terlalu pesek. Selain itu memiliki bentuk muka kucing namun tidak seruncing kucing local. Ini merupakan ciri khusus yang ada pada kucing Persia medium.

Telinga berukuran lebih besar serta berdekatan

Terakhir perlu untuk diketahui kucing Persia medium memiliki ukuran telinga lebih besar serta saling berdekatan.

Perilaku Kucing Persia

Bahasa Tubuh

Ketika kamu datang serta masuk ke dalam rumah biasanya kucing akan mengeluarkan suara yang agak pendek dengan nada yang ringan serta halus. Itu merupakan sapaan menyambut kedatangannya. Tidak jarang kamu akan mendapati kucing berlari-lari dengan penuh kekaguman sembari mengibaskan ujung ekornya menuju ke arahmu.

Nah ketika kucing kamu tiba-tiba berlari kencang, menyambar benda apapun yang ada di dekatnya, ini bukan berarti kucing ingin merusak. Ketika kamu mendapati kucing melakukan hal ini artinya dia sedang memiliki energy lebih serta butuh olahraga, biasanya anakan kucing yang sering melakukan hal ini, naik ke atas sofa kemudian melompat-lompat. Tenang biarkan saja, kucing sedang aktif.

Mendengkur

Setiap kucing tentu mengeluarkan suara dengkuran. Kucing Persia akan mengeluarkan dengkuran ketika sedang dielus dengan lembut atau bahkan Cuma dipangku oleh pemiliknya. Adanya suara dengkuran ini memberikan tanda jika ia nyaman berada dekat dengan kamu. Beberapa ahli berpendapat dengan mengelus-elus kucing bisa juga meredamkan stress pemilik kucing tersebut.

Memijat

Apakah kucing kamu kerap memberikan pijatan ketika sedang dipangku? Namun tidak lama setelah memberikan pijatan malahan terlelap? Perlu kamu ketahui perilaku kucing seperti ini menurut beberapa ahli merupakan bawaan saat masih bayi. Anakan kucing yang memijat tubuh induknya ini memberikan rangsangan agar air susunya keluar.

Jenis Kucing Persia

Di dunia ini terdapat banyak sekali jenis kucing. Dari sekian banyak jenis kucing yang ada, kucing Persia menempati jajaran paling banyak dipelihara. Kucing Persia ini memiliki wajah serta tingkah laku yang lucu. Bukan hanya itu saja, kucing Persia dikatakan lebih bersahabat dengan anggota keluarga yang memeliharanya. Di Indonesia sendiri kucing Persia memiliki empat jenis yang dijadikan peliharaan. Apa saja?

Kucing Persia Himalaya

Kucing Persia jenis ini memiliki pola colorpoint. Disebut pola colorpoint dikarenakan ras kucing ini memiliki tubuh campuran antara kucing Persia dengan kucing siam. Adapun ciri khasnya memiliki warna hitam pada bagian telinga, hidung, ekor serta bagian ujung kaki. Sedangkan di sisi lain warna bulunya putih.

Kucing Persia Flatnose

Seperti namanya, jenis kucing ini memiliki hidung pesek. Meskipun pesek, jenis kucing flatnose ini tetap lucu serta menggemaskan. Ciri kucing Persia flatnose selanjutnya yaitu ukuran tubuhnya gemuk serta pendek dengan pipi agak gembul. Beberapa orang sering kali kurang bisa membedakan antara jenis flatnose dengan jenis peaknose.

Kucing Persia Peaknose

Jenis kucing Persia ketiga ini dinamakan dengan peaknose. Kucing jenis peaknose ini bisa dikatakan paling disukai jika dibandingkan dengan jenis Persia lainnya. Pada beberapa perlombaan kucing di Indonesia, jenis peaknose memiliki popularitas paling tinggi.

Peaknose memiliki pembawaan yang tenang serta menjadi kucing yang paling pas jika dipelihara dirumah.

Sama dengan namanya, peaknos ini merupakan jenis kucing dengan hidung lebih pesek jika dibandingan dengan flatnose. Yang lebih unik, semakin pesek hidungnya, semakin mahal harganya. Di zaman dahulu, masyarakat Amerika Serikat menganggap Persia jenis peaknose ini merupakan jenis kucing hias serta dirawat dengan perawatan cukup baik.

Berkat hasil perawatan yang selektif maka tidak heran jika menghasilkan kucing unggulan ketika pameran atau show. Di zaman itu kucing peaknose dengan tampilan pesek serta sifat tenang mampu menarik perhatian para pecinta kucing.

Kucing Pesia Medium

Jenis kucing Persia selanjutnya yaitu jenis medium. Kucing Persia jenis medium memiliki dua jenis bulu yaitu jenis pendek serta panjang. Wajahnya yang lucu serta memiliki hidung cenderung mancung. Untuk medium ini popularitasnya masih jauh jika dibandingkan dengan flatnose serta peaknose.

Anak Kucing Persia

Periode 3 bulan pertama dalam hidup seekor kucing merupakan masa paling menarik, hal ini dikarenakan pada periode tersebut kucing mengalami perubahan cepat dari waktu ke waktu. Perlu untuk diketahui jika pada awal kelahiran, bayi kucing belum bisa melihat serta mendengar.

Minggu pertama,

Pada minggu pertama anakan kucing lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur. Ini merupakan hal yang wajar karena pada tahapan ini akan menstimulus sistem syaraf serta otot kucing. Bagian tali pusar akan terputus ketika usia 2 hingga 3 hari, dalam keadaan seperti ini lingkungan bersih sangat dibutuhkan untuk menghindari adanya infeksi pada bagian tali pusat. Bayi kucing masih belum memiliki sistem pengaturan tubuh sehingga masih tergantung dengan indukannya. Dalam keadaan seperti ini sangatlah normal manakala indukan kucing kerap menjilat bagian anus anakan kucing, hal ini merupakan naluri indukan kucing untuk menstimulus reflek buang air besar anak kucing

Umur 1 bulan atau minggu keempat

Pada usia ini bayi kucing sudah nampak aktif bermain main dengan saudaranya serta mulai belajar meninggalkan sarangnya. Biasanya pada usia ini indukan kucing mulai meninggalkan anaknya untuk jangka waktu pendek. Kemampuan penglihatan yang dimiliki akan semakin meningkat seiring berjalannya waktu, meskipun pada usia tersebut kucing sudah mulai dapat menjilati bulunya sendiri, akan tetapi induknya masih menjilati anaknya.

Umur 2 bulan

Pada usia dua bulan ini bayi kucing sudah penuh dengan perkembangan. Induknya sudah mulai menyapih anaknya sehingga makanan padat sudah mulai terbiasa diberikan namun tidak semua anak kucing merespon perkembangan ini sama, diperlukan kesabaran penuh. Pada usia dua bulan kaki sudah mulai aktif saat bermain dengan saudaranya dengan gerakan mencakar serta menerkam. Bukan hanya itu saja, kucing juga sudah mulai dikenalkan dengan tempat makan serta minum pada kotak pasir toilet. Dalam tahapan ini sebaiknya kucing sudah mulai diajak untuk bersosialisasi, langkahnya bisa dengan

Umur 3 bulan

Menginjak umur 3 bulan kucing sudah siap untuk berinteraksi. Di usia 3 bukan ini kucing persia sudah tidak lagi menyusui induknya. Dengan demikian maka sangat dianjurkan untuk selalu menjaga makanan serta kebersihannya.

Warna Kucing Persia Tabbies

Warna tabbies ini sebenarnya lebih mengacu pada pola atau pattern yang terdapat di pola atau pattern pada bulu kucing Persia. Pada dasarnya bulu kucing terdiri dari bulu warna putih dengan bintik-bintik gelap atau dengan garis-garis atau dengan marmer. Tabbies ini memiliki 3 perbedaan diantaranya:

1. Mackerel Tabby

Orang biasanya menganggap jenis ini mirip dengan harimau, dimana ada beberapa garis yang orientasinya 90 derajat pada tulang belakang dan seluruh tubuh

2. Marmer Tabby

Coraknya adalah garis-garis lebar yang melengkung diatas tubuh dan berbeda dengan garis pada mackerel tabby yang cenderung lurus.

3. Patched Tabby

Mungkin aneh ya namanya, patched / tambalan pada kucing persia ini disebabkan karena ada bintik-bintik pada bulu kucing dan itu merata di seluruh tubuh.

4. Petwer

Warna kucing Persia pewter ini merupakan keturunan dari kucing Chinchillas. Yang membedakan dengan chincillas yaitu adanya corak hitam pada beberapa bagian tubuhnya. Anakan kucing ini awal mulanya memiliki garis warna hitam, di bagian tubuhnya. Akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu, garis yang ada tersebut secara perlahan akan memudar serta hanya tersisa beberapa bagian saja yang masih menyisakan warna hitam.

Warna Kucing Persia

Sebagai kucing yang cukup popular untuk dipelihara, Persia hadir dengan beragam jenis warna. Setiap warna tentu memiliki keunikannya masing-masing. Nah sebagai pecinta kucing Persia alangkah baiknya kamu semua mengenal apa saja warna yang ada pada kucing persia. Penasaran? Simak uraian berikut ini.

  1. Solid Color

Solid color merupakan jenis warna pada kucing Persia dengan satu warna untuk tubuhnya yang biasanya memiliki warna hitam, biru, merah, putih, krem ungu serta cokelat. Untuk jenis kucing Persia warna solid color ini tidak ada pencampuran dengan warna lainnya. Jika hitam maka seluruhnya akan berwarna hitam. Akan tetapi kamu dapat menjumpai kucing persia dengan warna putih yang memiliki warna mata biru atau warna tembaga atau bisa juga satu biru satunya lagi berwarna tembaga.

  1. Silvers and Golds

Untuk jenis warna kedua ini dapat dijumpai pada kucing Persia Chincilla, meskipun ada beberapa orang mengatakan jika Chincillaa adalah jenis ras tersendiri, namun ada yang berpendapat jika ini merupakan ras khusus. Jenis kucing chincilla ini memiliki sebagian besar warna perak serta putih di bagian lapisan bawah serta tipping hitam merata dibagian ekor tubuh samping hingga belakang bahkan sampai pada kepala dan telinga.

Tipping merupakan istilah untuk menunjukkan jika hanya bagian ujung bulunya saja yang memiliki warna. Nah di kucing chincilla ini memiliki ukuran kurang lebih seperdelapan dari semua panjang bulu kucing serta beberapa warna hitam pada bagian luarnya. Untuk jenis Golden Chincilla adalah jenis kucing paling langka dengan ciri ada tipping hitam dibagian lada bukunya.

  1. Shaded and Smoke

Jenis warna shaded and smoke ini secara umum mirip dengan kucing berwarna solid. Akan tetapi akan ada sesuatu berbeda ketika kucing mulai bergerak atau bulunya menjadi terpisah karena kena angin jika mengalami hal ini maka anda akan melihat sisi lain yaitu akan ada warna smoke atau asap yaitu warnanya putih keperak-perakan. Pada dasarnya hampir 50 sampai 80 persen bulu kucing ini adalah warna solid yaitu biru, hitam, krem, merah akan tetapi sisanya berwarna putih keperakan. Ciri kucing Persia jenis ini bisa dikenali melalui warna matanya dimana matanya berwarna tembaga.

Ciri-Ciri Kucing Persia

Kepala Kucing Persia

Salah satu ciri yang paling mudah dikenali pada kucing Persia adalah pada bagian kepalanya. Biasanya bagian kepala pada kucing Persia ini berbentuk bulat dengan wajah rata. Adapun diameter kepalanya memiliki ukuran lebih besar jika dibandingkan dengan jenis kucing lainnya. Pipinya cukup berisi dan bulat, kalau dalam istilah kita yaitu tembem. Bagian Hidung menjadi lebih unik karena kucing Persia memiliki hidung yang pesek diantara bagian kepala yang bulat, kemudian bagian telinga lumayan kecil, tipis, agak bulat dan cenderung maju kedepan.

Telinga

Kucing Persia memiliki ciri telinga yang bulat pada bagian ujungnya. Selain itu bagian dasarnya miring ke depan, melebar serta tidak terlalu tinggi.

Cakar

Manakala kamu ingin mengidentifikasi apakah kucing yang ingin kamu beli itu merupakan jenis kucing persia, kamu bisa mengeceknya pada bagian cakar kucing persia. Cakar kucing Persia memiliki ukuran cukup besar, agak bulat dan terlihat kokoh. Hal tersebut dilengkapi dengan lima jari pada bagian kaki depan dan hanya empat jari pada bagian kaki belakang. Ciri-ciri kucing Persia pada bagian cakar ini bisa anda catat atau cukup anda simpan pada ingatan anda sebelum memutuskan untuk membeli kucing persia.

Tubuh

Bentuk tubuh pada kucing Persia ini memiliki perawakan yang kekar dengan bulu tubuh cukup lebat. Hampir seluruh bagian tubuh pada kucing Persia ini bulat dengan demikian akan Nampak seperti boneka. Hampir semua orang lebih banyak tertarik dengan kucing Persia dikarenakan banyaknya bulu disemua bagian tubuhnya, kucing Persia juga semakin suka manakala anda memanjakannya dengan merawat bulu-bulu mereka.

Mulut

Ciri mulut kucing Persia bisa dikatakan kecil dan agak menjorok ke dalam. Berbeda dengan mulut kucing Anggora yang agak lebar.

Mata

Mata kucing Persia sangat menarik. Kucing Persia memiliki mata dengan bentuk lebar serta bulat, antara mata dengan bulunya memiliki warna yang singkron.

Hidung

Kucing Persia terkenal dengan hidung pesek. Akan tetapi terdapat beberapa kucing Persia dengan bentuk hidung agak mancung, ini bisa dilihat dari mana asalnya.

Bulu

Semua kucing tentu memiliki bulu, akan tetapi bulu yang ada pada kucing Persia ini sangatlah menawan. Kucing Persia memiliki bulu yang identic dengan kata panjang, tebal serta mengkilat. Bulu-bulu tersebut akan menjadi mantel yang elegan bagi kucing Persia dikarenakan akan menutupi semua bagian badannya.

Kaki

Kaki pada kucing Persia ini bisa dikatakan cukup pendek, akan tetapi kuat karena didukung dengan tulang berukuran cukup besar. Bagian kaki depan serta belakang lurus serta disertai dengan warna bulu kaki berbeda. Kamu juga bisa melihat ciri-ciri kaki pada kucing Persia jenis Himalaya dilihat dari bulu kakinya . Pasalnya jenis ini memiliki bulu kaki berbeda jika dibandingkan dengan jenis lainnya.

Ekor

Mengenali ciri-ciri kucing Persia melalui ekor bisa dikatakan agak sulit. Namun hal ini juga harus dipertimbangkan manakala masih ragu dalam memilih kucing. Ekor pada kucing Persia ini mirip dengan ekor pada beberapa jenis kucing lainnya. namun ekor ini lebih lurus dan berbulu tebal. Untuk panjang ekornya sendiri biasanya mengikuti proporsi ukuran badan, jadi mungkin anda akan mendapati ekor yang pendek pada anakan kucing persia.

Cara merawat kucing Persia

Kucing adalah hewan berkaki empat yang cukup banyak dijadikan pilihan hewan peliharaan dirumah. Kucing memiliki sifat penurut serta kalem sehingga menjadikannya memiliki nilai lebih atau menjadi salah satu ketertarikan tersendiri bagi sebagian besar orang. Hingga sekarang banyak sekali jenis kucing dengan beragam karakteristiknya masing-masing.

Hampir setiap negara memiliki kucing domestic sendiri-sendiri. Dari sekian banyak jenis ras kucing yang ada, ras Persia dikatakan menjadi salah satu ras kucing paling popular di dunia karena memiliki kelebihan salah satunya bulunya sangat lebat, kucingnya penurut serta tidak agresif. Cara memelihara kucing Persia ini mungkin lebih sulit dibandingkan dengan memelihara kucing hutan. Pasalnya keduanya memiliki perbedaan cukup jauh.

Nah bagi anda yang memelihara kucing Persia maka belum mengetahui cara merawatnya, berikut beberapa cara merawat kucing Persia.

Biar bulu tidak rontok

Jenis kucing Persia adalah jenis kucing dengan bulu cukup lebat dan bagi sebagian orang bisa membuat ribet serta sulit untuk memelihara kucing Persia. Akan tetapi bagi mereka yang gemar atau menyukai kucing dengan bulu panjang seperti Persia ini maka bisa dengan cara merawatnya agar tidak rontok. Supaya tidak rontok, perawatan bisa dimulai dari menyisir bulu kucing Persia. Mandikan kucing dengan shampo yang tepat, memberi makanan yang bisa memperlebat bulu kucing serta yang paling penting adalah menjaga kucing supaya tidak stress. Kucing yang stress akan mudah rontok bulunya.

Biar tetap sehat

Supaya kucing tetap sehat, maka selalu control kesehatan kucing Persia. Kesehatan kucing bisa dipengaruhi beberapa hal, misalnya cuaca, tempat tinggal. Makanan serta beberapa hal lainnya. Dengan demikian sebagai pemilik kucing dianjurkan untuk selalu memeriksa kesehatan kucing.

Jauhkanlah kucing dari beberapa benda atau cairan khusus beracun. Pasalnya banyak kasus dimana kucing secara sengaja atau tidak sengaja meminum atau memakan sesuatu yang dianggapnya menarik padahal ternyata cairan tersebut beracun.

Biar poop pada tempatnya

Menyediakan tempat kotoran bagi kucing sangatlah penting. Banyak kasus dimana kucing sering buang kotoran atau kencing di atas pasir. Dengan kenyataan ini maka jangan lupa untuk menyediakan tempat khusus yang sudah diisi pasir yang nantinya akan digunakan sebagai tempat buang kotoran. Kamu tidak perlu mengajarinya, pasalnya sejak usia dua bulan kucing sudah terbiasa dengan hal ini.

Adapun jenis tempatnya usahakan menggunakan tempat yang lebar serta sedikit tinggi supaya saat menutup kotorannya pasir tidak berhamburan kemana-mana. Lalu jenis pasir apa yang dipilih? Saat ini dipasaran sudah banyak jenis pasir wangi dengan beragam jenis.

Manakala menggunakan pasir wangi atau pasir gumpal, kamu hanya perlu membuang bagian atau pasir yang menggumpal itu dikarenakan pasir tidak terkena kotoran kucing sehingga tidak akan menggumpal. Manakala memilih menggunakan pasir ziolit sebaiknya diganti setidaknya 2 sampai 3 hari sekali tergantung jenis pasir apakah masih bagus atau tidak.

Biar kandang tetap bersih

Supaya kandang tetap bersih maka setidaknya sediakan tempat makan serta minum di dalam kandang. Manakala memiliki kucing sebanyak 1 ekor maka cukup menyediakan 1 pasang saja dengan ukuran sedang supaya jumlah pakannya bisa kita control. Akan tetapi manakala memiliki lebih dari 1 kucing alangkah baiknya untuk menyediakan tempat makan sesuai jumlah kucing atau dapat juga menyiapkan tempat dengan ukuran lebih besar dimana 1 tempat bisa digunakan untuk beberapa kucing.

Tidak hanya tempat makanan saja, untuk tempat minumnya pun di sediakan dan jika bisa tempat minumnya tidak mudah tergeser oleh kucing, karena takutnya air di dalam tempat minum tumpah dan akan mengenai kucing yang membuat kucing basah. Memang bukan hal yang buruk apabila kucing basah , namun bisa terjadi ancaman jamur apabila kucing kita terkena air yang membuat badannya lembab.

Biar mau mandi

Supaya kucing mau mandi maka ketika memandikannya jangan gunakan air yang terlalu dingin serta terlalu panas juga. Gunakanlah shampo yang tepat hingga perhatikan cara memotong kuku kucing juga. Lalu untuk membiasakan kucing mau mandi setidaknya ajak mandi 1 kali dalam satu minggu.

Biar mau bermain

Agar kucing mau bermain maka ajaklah kucing bermain menggunakan mainan kucing seperti bola atau beberapa jenis permainan lainnya. Manakala memiliki halaman yang luas maka bisa dengan sesekali melepaskan kucing di halaman, langkah ini untuk menghindari kucing supaya tidak jenuh.

Kandang Kucing Persia Yang Bagus

Kandang Sederhana

Jenis kandang pertama yang bisa kamu pilih yaitu kandang sederhana. Kandang sederhana merupakan jenis kandang dengan bentuk sederhana namun sudah bisa digunakan dengan layak. Kandang sederhana ini memiliki ukuran tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Banyak model kandang sederhana yang bisa kamu pilih dengan mencari referensi di google.

Kandang Dari Kayu

Jenis kandang kucing Persia yang kedua yaitu kandang dari kayu. Kandang dari kayu ini bisa kamu buat sendiri. Untuk membuat kandang dari kayu ini sebaiknya tentukan terlebih dahulu apakah akan ditempatkan di dalam rumah atau di luar rumah. Cara menempatkan kandang kucing ternyata akan mempengaruhi tingkat kenyamanan kucing. Jika memiliki pekarangan cukup luas maka bisa dengan menggunakan kandang kayu outdor.

Kandang dari kayu memang lebih cocok untuk ditempatkan di luar ruangan atau outdor.

Kandang Dari Kardus

Jenis kandang lain yang bisa digunakan sebagai tempat tinggal kucing Persia yaitu kandang dari kardus. Pasti kamu bertanya-tanya apakah kuat kardus digunakan sebagai kandang? Jawabannya sangat bisa. Kamu bisa memilih kardus yang tebal bekas kulkas atau tv dengan ukuran yang besar, kemudian buatlah kandang sesuai dengan keinginan kamu.

Ukuran Kandang

Sebagai tempat tinggal tentu kandang jangan sampai tidak nyaman digunakan. Untuk membuat kandang tetap nyaman manakala digunakan yaitu menyesuaikan ukurannya. Silahkan sesuaikan ukuran kandang dengan besar dan jumlah kucing kamu. Dengan ini maka kamu akan mendapatkan ukuran kandang yang pas.

Mainan Yang Paling Disukai Kucing Persia

Rumah-rumahan

Jenis mainan ini banyak sekali, dengan memberi mainan berupa rumah-rumahan maka kucing Persia kamu akan semakin betah berada dalam kandang.

Pancing-pancingan

Pancing-pancingan ini bisa dijadikan pilihan juga, kamu bisa mengajak kucing bermain pancing-pancingan bersama.

Tikus-tikusan

Kucing identic dengan tikus yaitu sangat benci dengan tikus, dengan memberinya mainan tikus-tikusan maka kucing akan semakin gemas saat bermain

Ikan-ikanan

Sama halnya dengan tikus, ikan merupakan hewan yang menggemaskan bagi kucing. Kamu bisa memberikannya sebagai mainan agar semakin gemas

Makanan Kucing Persia

Makanan untuk anak kucing Persia

Anakan kucing masih belum bisa makan makanan kering. Dengan demikian maka kamu harus menyuapi dengan pipet atau beberapa benda lainnya. Seiring dengan bertambahnya usia maka kamu bisa mengurangi kadar air dalam makanan supaya kucing terbiasa dengan makanan kering.

Makanan untuk kucing persia dewasa

kucing Persia dewasa memiliki berat setidaknya 5 hingga 5 kg, nah untuk kucing dewasa bisa diberi makanan yang dijual dipasaran dengan kandungan kalori kurang lebih 300 kalori setiap harinya. Ketika membeli makanan di pasaran perhatikan untuk memilih produk dengan label balanced, hal ini akan menunjukkan makanan tersebut sudah memiliki kandungan seimbang.

Makanan kucing persia menurut umur

Sangat penting untuk memberikan makanan sesuai dengan umurnya, untuk kucing dibawah satu tahun berilah makanan basah sedangkan untuk kucing yang sudah berusia lebih dari satu tahun bisa diberi makanan kering.

Nutrisi kucing Persia

Untuk nutrisinya juga perlu diperhatikan. Perhatikan asupan protein, vitamin, karbohidrat serta mineral pada kucing.

Minuman Kucing Persia

Untuk jenis minumnya, kucing Persia tidak perlu disediakan minuman khusus. Kamu bisa memberikan air putih sebagai minuman setiap harinya. Untuk kucing yang masih tergolong anakan bisa dengan memberinya susu khusus kucing. Jangan pernah memberikan jenis minuman lain seperti teh, kopi, minuman bersoda hingga minuman instan.

Cara Memberi Makan Kucing Persia

Sediakan wadah makanan

Selalu sediakan makanan dalam wadah makannya. Jangan sampai wadah makan kosong dan kucing tidak mendapatkan makanan. Tempatkan wadah dalam tempat yang mudah dijangkau supaya kucing bisa dengan mudah menemukannya, jangan menempatkan wadah berpindah-pindah karena akan membuat kucing tidak terbiasa.

Pastikan jumlah minuman cukup

Bukan hanya memastikan makananannya selalu ada, namun juga perhatikan minumannya. Tempatkan minuman dekat dengan wadah makan. Pilihlah tempat makan serta tempat minum sepaket sehingga kucing akan mudah menjangkaunya.

Atur jam makan

berikan makan kucing secara teratur pada tempat serta jam yang sama. Untuk kucing Persia dewasa kamu bisa memberinya makanan setidaknya 2-3 kali dalam satu hari. Sesuaikan dengan kebutuhan yang dibutuhkan kucing. Kamu bisa mengatur durasi jam makan misalnya jam 6 pagi, 12 siang serta 5 sore. Pastikan untuk selalu menyediakan makanan pada jam tersebut serta meletakkan makanan pada tempat yang sama.

Vitamin Kucing Persia

Agar kucing tetap sehat dan gemuk maka perlu untuk diberikan vitamin tambahan. Banyak sekali jenis vitamin yang dijual dipasaran. Bukan hanya itu saja, kebutuhan vitamin yang berbeda-beda juga perlu diperhatikan dengan kondisi kucing. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter terkait pemberian vitamin yang tepat. Beberapa jenis vitamin yang diperlukan oleh kucing Persia diantaranya Vitamin A, vitamin B serta banyak jenis vitamin lainnya.

Jenis Penyakit Kucing Persia

Kutu

Kutu merupakan jenis penyakit paling banyak dijumpai. Jika kebersihan kurang terjaga maka kutu akan berkembang dengan mudah. Kutu yang dibiarkan akan menggigit ekor kucing serta bisa membuat luka pada kucing. Luka pada kucing pada akhirnya akan membuat koreng serta infeksi. Gunakanlah shampoo khusus untuk kucing guna menghindari dari penyebaran kutu.

Tidak Mau Makan

Kucing yang tidak mau makan bisa dikarenakan beberapa penyebab. Bisa dikarenakan jenis makanannya, nafsu makanannya sedang menurun, memiliki penyakit pada bagian mulut serta pencernaan, stress, bosan serta beberapa penyebab lainnya. Sebagai pemilik kucing kamu wajib mengetahui penyebabnya, ini sebenarnya cukup mudah. Bisa dengan mencoba memberikan beberapa variasi makanan, pasalnya bisa jadi kucing sedang bosan dengan jenis makanan yang itu-itu terus. Selain itu tambahkan obat nafsu makan guna memacu nafsu makan kucing yang hilang. Manakala terdapat penyakit segera mungkin obati penyakit agar nafsu makan kucing balik lagi.

Muntah

Muntah merupakan kondisi yang banyak dialami oleh banyak kucing. Penyebab muntah beragam bisa karena salah mengonsumsi makanan, menelan benda tertentu hingga kondisi tubuh yang melemah serta masih banyak penyebab lainnya. Ketika kucing muntah, langkah pertama yaitu bedakan apakah muntah alami atau muntah karena penyakit. Untuk jenis muntah alami ini bukanlah masalah serius akan tetapi jika muntahnya terus menerus maka lebih baik dibawa ke dokter.

Sakit Mata

Jika mata kucing mengalami masalah, tentu akan membuat kita khawatir. Bagaimana tidak, fungsi mata cukup vital. Terdapat beberapa jenis penyakit mata yang bisa dialami oleh kucing antara lain radang selaput mata, glaucma, radang mata, penyakit retina serta masih ada jenis penyakit lainnya. Waspadalah dengan gejalanya agar bisa segera mungkin diatasi. Manakala kucing mengeluarkan cairan kental , bulu matanya basah hingga ada kotoran bisa dipastikan mata kucing kamu bermasalah. Silahkan diobati menggunakan obat tetes. Namun jika kondisinya tidak membaik segera bawa ke dokter.

Jamur

Jamur bisa juga dikenal dengan nama kudis. Jenis penyakit ini biasanya menyerang pada bagian muka kucing, telinga hingga kaki. Kondisi lingkungan yang lembab menyebabkan jamur mudah berkembang. Untuk menghindari hal tersebut sebaiknya segera keringkan tubuh kucing jika habis dimandikan. Kamu bisa menghilangkan jamur kucing menggunakan shampo khusus atau salep 88. Silahkan oleskan pada bagian kulit berjamur, rawat kucing dengan baik serta pastikan kondisinya tetap kering.

Cacingan

Ada beberapa jenis cacing yang menyerang kucing. Jenis cacing tersebut diantaranya echinococcus, dibothricephalus serta beberapa jenis cacing lainnya. Kucing Persia yang cacingan bisa dilihat dari ciri-ciri kulitnya yang kusam, gusi tidak sehat dan ada cacing dalam kotoran, kucing muntah, nafsu makan menurun serta perut kucing menjadi besar. Pengobatan cacingan pada kucing bisa dilakukan dengan memberikan obat yang diresepkan oleh dokter.

Cegukan

Cegukan bukan hanya bisa dialami manusia saja, melainkan kucing juga bisa mengalami cegukan. Cegukan kerap dialami kucing saat masih kecil, semakin dewasa maka frekuensi cegukan akan semakin berkurang. Kamu bisa memberikan minum dengan cara mengelus bagian lehernya, hal ini akan membantu proses penyembuhan cegukan semakin cepat.

Batuk

Batuk yang dialami kucing bisa dikarenakan ada gangguan pada saluran pernapasannya. Jangan menganggap ini permasalahan sepele, manakala tidak segera mungkin diatasi maka bisa berakibat fatal. Batuk kucing seperti tersendak seolah ada yang mengganjal maka segera mungkin bawa kucing ke dokter.

Gambar Kucing Persia

Kucing Persia Termahal

Kucing Persia termahal merupakan kucing Persia dengan bentuk tubuh yang sempurna, mata bula, hidung pesek, mulut kecil dan bulu tebal lembut. Jenis kucing ini dimiliki oleh salah satu orang di Prancis. Kucing Persia termahal dibanderol dengan harga lebih dari dua puluh juta rupiah.

Kucing Persia Lucu

Kucing Persia lucu ini memiliki wajah yang bulat dengan hidung pesek. Dengan mata yang bulat maka menjadikan kucing Persia ini sangat lucu serta semakin menggemaskan. Kucing Persia lucu memiliki harga yang relative mahal juga.

Kucing Persia Tercantik di Dunia

Kucing Persia yang paling cantik di dunia ini memiliki harga hampir puluhan juta rupiah. Kucing Persia tercantik memiliki bulu yang tebal, panjang serta halus. Kucing tercantik di dunia ini memiliki bentuk wajah yang proporsional serta warna bulu putih bersih.

Kucing Persia Comel

Comel memiliki arti lucu. Kucing Persia comel ini memiliki wajah sangat lucu, cantik dan imut. Selain itu bulunya yang halus dan wajah yang menyenangkan membuat kita selalu ingin menggendongnya.

Harga Kucing Persia

Harga kucing Persia murah

Daftar Harga Kucing Persia Anakan dengan Kucing Lokal

Umur            Vaksin                  Harga

3 Bulan         Belum Divaksin  Rp 250.000 – Rp 300.000

3 Bulan         Sudah Divaksin   Rp 350.000 – Rp 400.000

6 Bulan         Belum Divaksin Rp 500.000 – Rp 600.000

6 Bulan         Sudah Divaksin   Rp 600.000 – Rp 700.000

Daftar Harga Kucing Persia Anakan dengan Kucing Anggora

Umur            Vaksin                  Harga

3 Bulan         Belum Divaksin  Rp 650.000- Rp 750.000

3 Bulan         Sudah Divaksin   Rp 950.000 – Rp 1.100.000

6 Bulan         Belum Divaksin  Rp 1.00.000- Rp 1.700.000

6 Bulan         Sudah Divaksin   Rp 2.100.000 -Rp 2.200.000

Harga kucing Persia mahal

Daftar Harga Kucing Persia Asli

Umur            Vaksin                  Harga

2-3 bulan      Belum Divaksin  Rp 5.000.000-6.000.000

2-3 bulan      Sudah Divaksin   Rp 7.000.000-8.000.000

6 bulan         Belum Divaksin  Rp 10.000-11.000.000

6 bulan         Sudah Divaksin   Rp 13.000.000-16.000.000

Daftar Harga kucing Persia medium Asli

Umur            Vaksin                  Harga

3 Bulan         Belum Divaksin  Rp 2.000.000-Rp 3.000.000

3 Bulan         Sudah Divaksin   Rp 4.000.000-Rp 5.000.000

6 Bulan         Belum Divaksin  Rp 6.000.000-Rp 7.000.000

6 Bulan         Sudah Divaksin   Rp 8.000.000-Rp 9.000.000

Daftar Harga Kucing Persia Peaknose Asli

Umur            Vaksin                  Harga

3 Bulan         Belum Divaksin  Rp 6.000.000-Rp 7.000.000

3 Bulan         Sudah Divaksin   Rp 8.000.000- Rp 9.000.000

6 Bulan         Belum Divaksin  Rp 10.000.000-Rp 11.000.000

6 Bulan         Sudah Divaksin   Rp 12.000.000-Rp 13.000.000

Daftar Harga Kucing Persia Flatnose Asli

Umur            Vaksin                  Harga

3 Bulan         Belum Divaksin  Rp 5.000.000-6.000.000

3 Bulan         Sudah Divaksin   Rp 7.000.000-Rp 8.000.000

6 Bulan         Belum Divaksin  Rp 9.000.000-Rp 10.000.000

6 Bulan         Sudah Divaksin   Rp 11.000.000-Rp 12.000.000

Daftar Harga Kucing Persia Himalaya Asli

Umur            Vaksin                  Harga

3 Bulan         Belum Divaksin  Rp 3.000.000-Rp 4.000.000

3 Bulan         Sudah Divaksin   Rp 5.000.000- Rp 6.000.000

6 Bulan         Belum Divaksin  Rp 7.000.000-Rp 8.000.000

6 Bulan         Sudah Divaksin   Rp 9.000.000-Rp 10.000.000

Video Kucing Persia

Berikut beberapa video kucing Persia yang cantik nan comel, setelah melihat video ini maka keinginan memelihara kucing Persia pasti semakin besar.

Sekian panduan cara memelihara kucing Persia yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Tags: makanan &minuman supaya tali pusar cepat kering
ads